Bisakah Ransomware Menginfeksi Penyimpanan Cloud?
Pengguna dan organisasi sering kali salah kaprah dengan menganggap bahwa penyimpanan cloud publik sangat dapat diandalkan dan tidak bisa terinfeksi ransomware. Kenyataannya, penyimpanan cloud memang andal karena adanya redundansi disk, koneksi jaringan, dan langkah-langkah replikasi yang diterapkan oleh penyedia cloud di pusat data mereka. Namun, ini tidak berarti data aman dan tidak dapat rusak oleh ransomware di cloud. Artikel ini menjelaskan bagaimana ransomware bisa menyerang data di cloud dan bagaimana cara mencegah kehilangan data akibat serangan ransomware.
Mengucapkan Tidak pada Tebusan dengan NAKIVO Gunakan cadangan untuk pemulihan data yang cepat setelah serangan ransomware. Pilihan pemulihan yang banyak, penyimpanan lokal dan cloud yang tidak dapat diubah, fitur otomatisasi pemulihan, dan lainnya.
Menemukan Solusi
Perkembangan Lanskap Keamanan Cloud Melawan Ransomware
Sayangnya, ransomware terus berkembang, menjadi semakin canggih dan berbahaya. Serangan dunia maya juga semakin meluas. Sebagai akibatnya, langkah-langkah keamanan cloud harus berkembang untuk mengimbangi ancaman ini. Vendor keamanan siber dan cadangan sedang mengembangkan solusi untuk membantu pengguna dan organisasi melindungi data mereka.
Salah satu tren paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir adalah ransomware sebagai layanan (RaaS). Para kriminal dunia maya yang terampil menjual kit ransomware siap pakai kepada penyerang yang kurang terampil, sehingga meningkatkan jumlah serangan ransomware. Jenis ransomware yang digunakan dalam serangan ini juga dapat mengakses jaringan lokal organisasi dan menyebar di lingkungan cloud.
Cloud ransomware adalah jenis ransomware baru yang dirancang untuk mengakses data di cloud. Ransomware ini dapat mencuri data dan mengirimkannya ke penyerang serta mengenkripsi data tersebut. Jenis ransomware ini dapat mengeksploitasi kerentanannya di lingkungan cloud.
Bagaimana Ransomware Menargetkan Penyimpanan Cloud
Ransomware dapat menargetkan penyimpanan cloud melalui beberapa cara, termasuk mengeksploitasi kerentanannya pada perangkat lunak dan menipu pengguna. Penyedia cloud seperti Microsoft, Amazon, dan Google selalu menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat, tetapi penyerang bisa mengeksploitasi kerentanannya di sisi pengguna, yaitu di dalam infrastruktur lokal organisasi.
- Sinkronisasi File. Layanan penyimpanan cloud biasanya memungkinkan pengguna untuk menyinkronkan file pada disk lokal selain penyimpanan cloud (misalnya, Microsoft OneDrive, Google Drive, dll.). Jika komputer pengguna terinfeksi oleh ransomware, ransomware akan mengenkripsi file di drive lokal dan kemudian file yang rusak akan disinkronkan ke penyimpanan cloud. Akibatnya, file di cloud juga rusak.
- Kredensial Pengguna yang Terkompromi. Penyerang menggunakan phishing dan serangan brute-force untuk membobol kredensial pengguna dan mendapatkan akses ke file di komputer pengguna dan komputer lain dalam jaringan. Setelah ransomware dipasang, file akan dienkripsi dan rusak. Dengan metode ini, penyerang bisa mendapatkan akses ke akun cloud dan menghapus atau merusak data.
- Mengeksploitasi API Cloud. Antarmuka pemrograman aplikasi (API) disediakan oleh penyedia cloud untuk kemudahan dan kemampuan mengembangkan aplikasi pihak ketiga yang dapat bekerja dengan layanan cloud. API memungkinkan aplikasi untuk mengotomatiskan tugas saat bekerja dengan layanan cloud. Penyerang bisa menggunakan kerentanannya di API atau menggunakan kunci API yang dicuri untuk mengakses penyimpanan cloud. Setelah penyerang mendapatkan akses, mereka dapat menyebarkan ransomware untuk merusak dan menghapus file. Dengan cara ini, kerentanannya di API bisa memungkinkan ransomware melewati kontrol keamanan normal, memberikan akses langsung kepada penyerang ke data penyimpanan cloud.
- Folder Bersama dan Alat Kolaborasi. Folder bersama terutama digunakan untuk tujuan kolaborasi dalam organisasi. Jika satu perangkat atau akun terkompromi, ransomware bisa diunggah ke folder bersama. Karena pengguna lain mungkin mengakses file bersama ini, ransomware bisa menyebar dengan cepat ke seluruh organisasi. Alat kolaborasi berbasis cloud seperti Microsoft Teams atau Google Workspace dapat mempercepat penyebaran ransomware jika file bersama terinfeksi.
- Kontrol Akses yang Lemah. Tanpa kebijakan keamanan yang kuat, penyerang dapat memanfaatkan konfigurasi izin yang salah. Jika pengguna memiliki izin tulis yang tidak perlu atau akses administratif ke penyimpanan cloud, ransomware bisa memperoleh akses ini untuk mengenkripsi dan menghancurkan file.
Melindungi Penyimpanan Cloud dari Ransomware
Melindungi penyimpanan cloud dari ransomware memerlukan kombinasi pendekatan, termasuk langkah-langkah pencegahan, kontrol akses, dan strategi pemulihan data. Meskipun penyedia cloud memastikan tingkat keamanan yang tinggi, mereka hanya bertanggung jawab atas infrastruktur cloud dasar. Organisasi yang menggunakan sumber daya ini untuk menyimpan data mereka bertanggung jawab atas perlindungan data dan langkah-langkah terkait untuk menghindari kehilangan data. Ini disebut model tanggung jawab bersama, yang merupakan bagian dari perjanjian lisensi pengguna akhir dari sebagian besar penyedia cloud.
Berikut adalah langkah-langkah perlindungan ransomware yang utama untuk organisasi:
- Aktifkan Versi File untuk File di Cloud. Versi file memungkinkan Anda untuk mengembalikan versi file sebelumnya yang tidak terinfeksi jika versi terbaru file dienkripsi atau rusak oleh ransomware. Anda dapat mengonfigurasi fitur ini untuk menyimpan beberapa versi setiap file di penyimpanan cloud. Penyedia penyimpanan cloud utama, seperti Microsoft OneDrive dan Google Drive, menawarkan versi file.
- Aktifkan Enkripsi Data. Enkripsi yang kuat mencegah penyerang mengakses atau memanipulasi file sensitif jika mereka berhasil mengakses penyimpanan cloud Anda. Aktifkan enkripsi saat transit dan saat istirahat bila memungkinkan untuk memastikan tingkat keamanan yang tinggi. Data terenkripsi hanya dapat diakses oleh pengguna yang sah yang memiliki kunci atau kata sandi.
- Konfigurasikan Izin Pengguna dengan Hati-hati. Gunakan prinsip hak akses minimal saat mengonfigurasi izin akses. Penyerang biasanya lebih mudah memulai serangan ransomware dengan menginfeksi pengguna biasa, bukan administrator sistem. Ketika pengguna hanya memiliki izin administratif dan tulis yang diperlukan, lebih sulit bagi ransomware untuk menyebar ke seluruh jaringan dan menginfeksi sumber daya lainnya.
- Implementasikan Deteksi Ancaman Lanjutan. Pasang perangkat lunak antivirus di komputer pengguna untuk mendeteksi dan menghapus ransomware jika mencoba menginfeksi mereka.
- Monitoring. Gunakan sistem monitoring dengan peringatan otomatis dan pemberitahuan untuk mendeteksi perilaku mencurigakan yang bisa menjadi tanda aktivitas ransomware. Modifikasi file massal, berbagi massal, dan upaya login dari lokasi yang tidak dikenal harus dianggap sebagai aktivitas mencurigakan.
- Isolasi Penyimpanan Cloud. Hindari mengonfigurasi sinkronisasi file dari disk lokal dengan penyimpanan cloud. Ini dapat mengurangi risiko merusak file yang disimpan di cloud jika komputer pengguna lokal terinfeksi ransomware.
- Matikan Berbagi File untuk Sumber Tidak Terpercaya. Batasi berbagi file dengan pengguna eksternal untuk meminimalkan risiko infeksi ransomware melalui dokumen yang dibagikan.
- Edukasi Pengguna. Terus edukasi pengguna dan lakukan pelatihan kesadaran keamanan. Ketika pengguna memahami prinsip dasar serangan ransomware dan tahu apa yang harus dilakukan jika mereka mendeteksi tanda-tanda mencurigakan, risiko infeksi ransomware berkurang.
- Cadangkan Data Secara Rutin. Memiliki cadangan memungkinkan Anda untuk memulihkan data jika data asli hilang setelah serangan ransomware.
- Aktifkan Cadangan yang Tidak Dapat Diubah. Jika ransomware bisa mengakses penyimpanan cadangan, maka cadangan bisa rusak dan tidak bisa digunakan. Cadangan yang tidak dapat diubah menggunakan prinsip tulis-sekali-baca-banyak (WORM). Setelah cadangan yang tidak dapat diubah ditulis, itu tidak bisa dimodifikasi sampai periode ketidakberubahannya berakhir.
Kesimpulan
Melindungi data cloud dari ransomware memerlukan serangkaian langkah pencegahan dan cadangan data yang rutin. Data yang disimpan di penyimpanan cloud publik dapat terinfeksi ransomware dengan berbagai cara. Penting untuk melindungi cadangan yang disimpan di cloud dan di lokasi lokal karena ransomware bisa menyerang file cadangan. NAKIVO Backup & Replication dapat melindungi data Anda di cloud dan di lokasi lokal dengan kemampuan cadangan dan pemulihan canggih.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan nakivo indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi nakivo.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!