Serangan Ransomware pada Perangkat NAS: Cara Melindungi Data Anda
Perangkat Network Attached Storage (NAS) semakin populer digunakan oleh individu maupun perusahaan sebagai tempat menyimpan data dalam jumlah besar. NAS memudahkan pengguna untuk mengakses data melalui jaringan, bahkan dari jarak jauh. Karena kemudahan dan fleksibilitasnya, NAS juga sering digunakan sebagai tempat menyimpan backup.
Namun justru karena alasan tersebut, perangkat NAS menjadi target favorit para penjahat siber. Banyak jenis ransomware modern dibuat khusus untuk menyerang NAS. Bahkan ransomware yang awalnya menyerang komputer bisa ikut mengenkripsi file di NAS jika komputer yang terinfeksi memiliki akses ke folder di NAS. Banyak pengguna percaya bahwa NAS aman secara default, tetapi kenyataannya tidak selalu demikian.
Artikel ini menjelaskan langkah-langkah sederhana dan efektif yang bisa dilakukan untuk melindungi perangkat NAS dari serangan ransomware.
1. Ganti Kredensial Default NAS
Ransomware sering memanfaatkan akun administrator bawaan seperti admin atau administrator karena banyak pengguna tidak mengganti username dan password default tersebut. Jika tetap digunakan, peretas bisa dengan mudah menebaknya.
Cara mengamankan:
-
Buat akun admin baru dengan username dan password yang kuat.
-
Berikan hak akses admin penuh pada akun baru.
-
Setelah itu, nonaktifkan akun admin bawaan.
-
Gunakan password yang panjang, menggabungkan huruf besar, kecil, angka, dan simbol.
Jika pengguna mengakses folder di NAS, pastikan password mereka juga kuat. Semakin kuat password, semakin sulit ransomware masuk melalui brute-force atau dictionary attack.
Tips tambahan:
Gunakan akun berbeda untuk mengakses shared folder NAS, bukan akun yang sama dengan login Windows. Jangan simpan password otomatis pada Windows agar NAS tidak mudah diakses oleh malware.
2. Atur Hak Akses (Permissions) dengan Benar
Data di NAS dapat terenkripsi oleh ransomware jika pengguna memiliki akses tulis (write) ke folder tersebut dari komputer yang terinfeksi.
Praktik terbaik:
-
Berikan akses read-only kepada pengguna yang hanya perlu membaca file.
-
Hanya pengguna tertentu yang diberi akses read/write.
-
Pisahkan hak akses berdasarkan kategori pengguna.
Semakin sedikit orang yang memiliki akses penuh, semakin kecil risiko kerusakan data.
3. Konfigurasi Firewall dengan Aman
Jika NAS Anda bisa diakses dari internet, maka risiko serangan semakin besar. Oleh karena itu konfigurasi firewall sangat penting.
Rekomendasi:
-
Izinkan akses hanya dari IP address yang tepercaya.
-
Tempatkan NAS di belakang NAT firewall.
-
Jika membutuhkan akses dari luar, gunakan:
-
VPN (lebih aman), atau
-
Port forwarding dengan port non-standar (misal gunakan port 8122 untuk SSH, bukan port 22).
-
Jangan membuka semua port, cukup port yang diperlukan. Nonaktifkan layanan yang tidak digunakan, seperti FTP klasik atau protokol lama.
Untuk pengguna Synology:
Nonaktifkan QuickConnect jika tidak benar-benar perlu. Fitur ini memudahkan akses, tetapi juga menambah risiko NAS terdeteksi penyerang.
4. Perbarui Firmware Secara Berkala
NAS memiliki firmware dan aplikasi bawaan yang juga bisa memiliki celah keamanan. Ransomware seperti eCh0raix, QSnatch, dan AgeLocker menyerang perangkat NAS yang tidak diperbarui.
Langkah-langkahnya:
-
Perbarui firmware NAS secara rutin.
-
Aktifkan auto-update jika tersedia.
-
Perbarui semua aplikasi yang terpasang di NAS.
Pembaruan ini menutup celah keamanan yang dapat dimanfaatkan ransomware.
5. Gunakan Fitur Keamanan Bawaan NAS
Sebagian besar NAS modern memiliki fitur keamanan yang dapat membantu mencegah serangan.
Fitur yang sebaiknya diaktifkan:
-
Auto-block untuk memblokir IP yang melakukan terlalu banyak percobaan login.
-
Account protection untuk mengunci akun setelah beberapa kali gagal login.
-
Logging untuk melihat jejak usaha login yang mencurigakan.
-
Anti-DDoS jika NAS terhubung ke internet.
Fitur ini secara signifikan menurunkan risiko serangan brute-force.
6. Gunakan Koneksi yang Aman (Encrypted)
Selalu gunakan protokol terenkripsi agar data dan password tidak bisa dicuri saat dikirim melalui jaringan.
Gunakan:
-
HTTPS (bukan HTTP) untuk mengakses web interface NAS.
-
SFTP / FTPS (bukan FTP) untuk transfer file.
-
SSH (bukan Telnet) untuk akses command line.
Protokol tanpa enkripsi membuat password ditransmisikan sebagai teks biasa, sehingga mudah disadap.
7. Lindungi Seluruh Lingkungan Jaringan
Keamanan NAS tidak cukup jika perangkat lain dalam jaringan tidak aman. Satu komputer yang terinfeksi sudah cukup untuk menyebarkan ransomware ke seluruh jaringan.
Pastikan untuk:
-
Mengupdate sistem operasi dan software secara rutin.
-
Memasang patch keamanan pada semua perangkat.
-
Mengaktifkan anti-spam dan filter email untuk mencegah phishing.
Monitoring keamanan juga penting untuk mendeteksi serangan sedini mungkin.
8. Selalu Lakukan Backup Data
Backup adalah pertahanan terakhir Anda. Jika ransomware menyerang, Anda masih bisa memulihkan data tanpa perlu membayar tebusan.
Gunakan aturan 3-2-1 backup:
-
3 salinan data,
-
2 media berbeda,
-
1 salinan di lokasi lain (misalnya cloud).
NAS memang sering digunakan sebagai lokasi backup, tetapi NAS juga bisa menjadi korban ransomware, jadi simpan backup tambahan di tempat lain.
Solusi seperti NAKIVO Backup & Replication dapat membantu membuat backup ke NAS, tape, cloud, serta menyediakan fitur recovery cepat dan otomatis.
Kesimpulan
Serangan ransomware pada NAS semakin meningkat seiring popularitasnya. Untuk melindungi NAS, terapkan kombinasi langkah berikut:
-
Ganti kredensial default.
-
Atur firewall dan batasi akses.
-
Konfigurasi hak akses yang aman.
-
Perbarui firmware secara rutin.
-
Gunakan koneksi terenkripsi.
-
Lindungi seluruh jaringan.
-
Lakukan backup secara berkala.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat mengurangi risiko dan memastikan data tetap aman meskipun ransomware menyerang.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan nakivo indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi nakivo.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!