Depresiasi Microsoft EWS: Dampak Backup Microsoft 365
Memahami Depresiasi Microsoft EWS dan Pengaruhnya bagi Backup
Depresiasi Microsoft EWS (Exchange Web Services) menjadi perbincangan hangat di kalangan administrator IT saat ini. Microsoft secara resmi mengumumkan penghentian antarmuka lama ini untuk akses data Exchange Online. Jika Anda menggunakan solusi cadangan pihak ketiga, termasuk Nakivo, informasi ini sangat krusial bagi kelangsungan operasional Anda.
Perubahan ini tidak hanya menyasar satu vendor, melainkan berdampak luas bagi ekosistem perlindungan data. Sebagai pengguna solusi backup untuk Microsoft 365, Anda harus memahami lini waktu dan langkah mitigasi yang tepat. Artikel ini akan memandu Anda melalui proses transisi agar backup mailbox Anda tetap berjalan lancar tanpa kendala.
Apa Itu EWS dan Mengapa Microsoft Menghentikannya?
Exchange Web Services adalah Application Programming Interface (API) klasik yang sudah ada hampir dua dekade. Selama bertahun-tahun, banyak aplikasi pihak ketiga mengandalkan EWS untuk membaca dan menulis data seperti email, kalender, serta kontak dalam Exchange Online.
Namun, teknologi berkembang pesat. Microsoft menilai protokol lama ini sudah tidak lagi memenuhi standar modern dalam hal keamanan, skalabilitas, dan keandalan sistem. Oleh karena itu, Microsoft menggantinya dengan Microsoft Graph API yang jauh lebih canggih dan terpadu.
Penting untuk dicatat bahwa perubahan ini hanya berlaku untuk Exchange Online. Jika Anda masih mengelola Exchange Server on-premises, infrastruktur tersebut tidak akan terdampak oleh kebijakan ini.
Lini Waktu Penting Depresiasi EWS
Microsoft telah menyusun jadwal pemblokiran secara bertahap. Anda harus memperhatikan tenggat waktu berikut agar sistem backup Anda tetap terjaga:
- Sejak 2025: Administrator sudah bisa menonaktifkan EWS. Sangat disarankan bagi Anda untuk memeriksa status backup saat ini.
- Akhir Agustus 2026: Batas waktu krusial untuk mengonfigurasi allow list EWS agar layanan backup tidak terganggu.
- 1 Oktober 2026: Microsoft memulai pemblokiran EWS secara bertahap bagi tenant yang belum melakukan konfigurasi.
- 1 April 2027: EWS akan dihapus sepenuhnya dari sistem Microsoft 365.
Langkah Strategis untuk Menjaga Backup Tetap Berjalan
Untuk memastikan proses backup mailbox tetap aman, Anda wajib menambahkan instance Nakivo Backup & Replication ke dalam allow list. Berikut adalah ringkasan langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:
- Identifikasi Azure Client ID: Buka pengaturan di Nakivo Backup & Replication, masuk ke menu Inventory, pilih akun Microsoft 365 Anda, lalu klik Edit.
- Verifikasi Izin Aplikasi: Pastikan aplikasi memiliki izin full_access_as_app dari Office 365 Exchange Online yang sudah diberikan persetujuan admin.
- Gunakan PowerShell: Anda harus membaca dan menulis ulang allow list melalui perintah PowerShell.
Harap diingat bahwa cmdlet Microsoft akan menggantikan seluruh daftar yang ada. Anda harus menyertakan ID aplikasi yang sudah ada beserta Azure Client ID baru milik Nakivo dalam satu perintah yang sama agar koneksi tetap stabil.
Solusi Jangka Panjang dari Nakivo
Perlu dipahami bahwa allow list hanyalah jembatan sementara untuk transisi. Nakivo saat ini sedang dalam tahap pengembangan versi terbaru yang sepenuhnya berbasis Microsoft Graph API. Setelah versi ini dirilis, Anda bisa melakukan pembaruan untuk menghilangkan ketergantungan pada EWS selamanya.
Dengan beralih ke teknologi berbasis Graph API, Anda tidak perlu khawatir lagi mengenai penghapusan permanen EWS pada April 2027. Langkah ini akan memastikan ketahanan sistem backup Anda di masa depan secara otomatis.
Kesimpulan
Depresiasi Microsoft EWS merupakan perubahan besar bagi pengguna Microsoft 365. Namun, dengan persiapan yang matang dan mengikuti panduan konfigurasi yang tepat, transisi ini dapat dilalui dengan mudah. Pastikan Anda telah mengonfigurasi allow list sebelum Agustus 2026 dan pantau terus pembaruan dari vendor backup Anda.
Nakivo Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Nakivo. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.