Migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE
Migrasi virtual machine (VM) dari VMware ESXi ke Proxmox VE bisa menjadi kebutuhan penting, baik saat organisasi ingin menambah variasi infrastruktur maupun memindahkan seluruh workload produksi ke platform baru. Ada dua cara utama untuk melakukan migrasi ini:
- Manual (copy dan convert disk secara langsung)
- Menggunakan tool khusus bawaan Proxmox
Artikel ini membahas langkah-langkah detail migrasi VM ke Proxmox VE dengan kedua metode.
Persiapan Migrasi VM
Sebelum memulai migrasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:
- Catat konfigurasi jaringan dari VM sumber. Disarankan mengubah adapter ke DHCP sementara untuk menghindari konflik IP setelah migrasi. Setelah selesai, konfigurasi bisa dikembalikan seperti semula.
- Pastikan ada koneksi jaringan antara host ESXi (sumber) dan host Proxmox (tujuan).
- Matikan enkripsi disk (vTPM) pada VM, karena bisa menghambat migrasi.
- Pastikan VM dalam keadaan mati (powered-off) saat proses migrasi.
Contoh lingkungan yang digunakan:
- VMware ESXi 8 – IP: 192.168.101.31, datastore: datastore40t, datastore50
- Proxmox VE host – IP: 192.168.101.226, datastore: local-zfs, datastore55
Metode 1: Migrasi Manual
1. Cek VM Asal di VMware ESXi
- Aktifkan SSH di ESXi untuk bisa menyalin file.
- Cek konfigurasi hardware VM (CPU, RAM, disk, network).
- Catat apakah VM menggunakan BIOS atau UEFI. Ini penting agar VM bisa boot normal di Proxmox.
- Lepas CD/DVD image dari VM.
- VMware Tools bisa dihapus setelah migrasi selesai (opsional).
2. Buat VM Baru di Proxmox
- Masuk ke Proxmox Web UI → Create VM.
- Isi parameter sama seperti VM asal (CPU, RAM, disk, jaringan).
- Pilih BIOS atau UEFI sesuai dengan VM sumber.
- Hapus disk default yang otomatis dibuat, karena nanti akan diganti dengan disk hasil migrasi dari ESXi.
3. Salin Disk VM dari ESXi ke Proxmox
- Masuk ke shell Proxmox:
cd /mnt/datastore/datastore55/images/101 - SSH ke ESXi untuk melihat lokasi file disk:
ssh root@192.168.101.31 ls -al /vmfs/volumes/datastore50/WinServer2022/ - Salin file .vmdk dan -flat.vmdk dari ESXi ke Proxmox dengan SCP:
scp root@192.168.101.31:/vmfs/volumes/datastore50/WinServer2022/WinServer2022.vmdk . scp root@192.168.101.31:/vmfs/volumes/datastore50/WinServer2022/WinServer2022-flat.vmdk .
4. Konversi Disk ke Format Proxmox
Proxmox mendukung qcow2 atau raw. Gunakan perintah:
- Konversi ke qcow2:
qemu-img convert -f vmdk -O qcow2 WinServer2022.vmdk WinServer2022.qcow2 - Import ke VM Proxmox:
qm importdisk 101 WinServer2022.qcow2 datastore55
5. Hubungkan Disk ke VM
- Di Proxmox Web UI → pilih VM → Hardware → Add → Hard Disk.
- Pilih disk hasil import tadi.
- Atur boot order agar disk migrasi menjadi boot device pertama.
6. Konfigurasi Setelah Migrasi
- Install VirtIO drivers agar performa VM lebih optimal (terutama Windows).
- Install QEMU guest agent untuk integrasi penuh.
- Jika sudah normal, hapus file vmdk lama untuk menghemat storage.
Dengan cara manual, Anda punya kontrol penuh, tapi prosesnya lebih panjang dan rawan kesalahan jika disk besar.
Metode 2: Menggunakan esxi-import-tools
Sejak Proxmox VE versi 8.1.10 (dan stabil di 8.2), ada fitur baru bernama pve-esxi-import-tools. Tool ini jauh lebih mudah karena tersedia langsung di web interface.
1. Update Proxmox & Install Package
- Tambahkan repository no-subscription dan test di menu Repositories.
- Lakukan update dan upgrade.
- Pastikan package
pve-esxi-import-toolssudah terinstall:dpkg -l | grep pve-esxi-import-tools - Reboot host Proxmox.
2. Tambahkan ESXi Host ke Proxmox
- Masuk ke Proxmox Web UI → Datacenter → Storage → Add → ESXi.
- Masukkan:
- ID (nama ESXi host)
- IP address ESXi
- Username root + password
- Pilih node Proxmox tujuan
- Klik Add. Kini datastore ESXi terlihat di Proxmox.
3. Import VM dari ESXi
- Matikan VM sumber di ESXi.
- Hapus snapshot agar data lebih konsisten.
- Catat konfigurasi jaringan VM.
- Di Proxmox Web UI, pilih storage ESXi → pilih file VMX dari VM sumber → klik Import.
- Proxmox otomatis membaca konfigurasi VM dan membuat VM baru dengan disk dikonversi ke format qcow2.
- Setelah selesai, jalankan VM di Proxmox.
4. Finishing
- Hapus VMware Tools dari VM.
- Install VirtIO drivers agar performa lebih optimal.
Kesimpulan
Ada dua cara untuk migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE:
- Manual → membuat VM kosong, menyalin disk, lalu mengonversinya ke format qcow2/raw. Cara ini fleksibel, tapi cukup teknis.
- Menggunakan esxi-import-tools → jauh lebih praktis karena berbasis wizard di web UI Proxmox.
Setelah migrasi, jangan lupa langsung melakukan backup VM di Proxmox. Solusi backup universal seperti NAKIVO Backup & Replication bisa digunakan untuk melindungi VM di VMware maupun Proxmox.
Dengan dua opsi ini, organisasi dapat lebih mudah melakukan transisi dari VMware ke Proxmox, baik secara bertahap maupun penuh.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan nakivo indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi nakivo.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!