Menggunakan Teknologi Volume Shadow Copy Microsoft untuk Backup yang Konsisten

Saat membuat backup mesin virtual atau fisik yang sedang menjalankan aplikasi—terutama aplikasi yang sering menulis data ke file atau database—konsistensi data backup sangat penting. Backup yang konsisten memastikan proses pemulihan bisa berjalan tanpa kerusakan data atau penundaan.
Untuk tujuan ini, Microsoft mengembangkan teknologi Volume Shadow Copy Service (VSS).

Apa itu VSS?

Volume Shadow Copy Service (VSS) adalah fitur bawaan di Windows yang memungkinkan pembuatan backup yang konsisten, bahkan saat aplikasi sedang berjalan dan menggunakan file.
Prosesnya meliputi:

  1. VSS menghentikan sementara proses penulisan data.
  2. Data di memori (buffer) disimpan ke disk dan sistem file “dibekukan”.
  3. Windows membuat snapshot (salinan kondisi volume pada titik waktu tertentu), yang disebut shadow copy.

Fitur ini pertama kali muncul di Windows XP dan Windows Server 2003, dan digunakan untuk membuat backup yang sadar aplikasi (application-aware backup).


Kenapa VSS Penting?

Kalau backup dilakukan tanpa VSS, hasilnya bisa tidak konsisten. Misalnya:

  • Aplikasi database sedang menulis data ke file.
  • Saat bagian awal file dibackup, bagian lainnya berubah.
  • Akibatnya, data yang tersimpan tidak mewakili kondisi utuh pada satu waktu tertentu.

Dengan VSS, backup bisa diambil tanpa harus mematikan aplikasi, dan data tetap utuh.


Komponen Penting VSS

  1. VSS Provider – yang membuat shadow copy (bisa software bawaan Windows atau hardware dari SAN storage).
  2. VSS Writers – komponen dari aplikasi (misalnya SQL Server, Exchange) yang memastikan data ditulis dengan benar sebelum backup.
  3. VSS Requestor – software yang meminta VSS membuat backup (misalnya tool backup seperti NAKIVO, atau fitur bawaan Windows).
  4. VSS Service – penghubung agar semua komponen di atas bisa berkomunikasi.

Cara Kerja VSS

  • VSS membuat snapshot pada level volume, bukan per file.
  • Data snapshot disimpan di area khusus (diff area) pada volume, atau volume lain.
  • VSS bersifat incremental — hanya data yang berubah (blok 16KB) yang disimpan di snapshot berikutnya.

Syarat & Batasan VSS:

  • Minimal 300 MB ruang kosong.
  • Maksimal 64 snapshot per volume.
  • Default Windows menyediakan 10% ruang volume untuk shadow copy.
  • Snapshot dari proses backup biasanya dihapus setelah backup selesai.

Proses Pembuatan Snapshot VSS

  1. Persiapan – Requestor memeriksa VSS Writers, mengumpulkan metadata.
  2. Pemberitahuan ke aplikasi – Aplikasi menghentikan penulisan data dan menyimpan buffer.
  3. Pembuatan snapshot – Maksimal 10 detik untuk membuat shadow copy.
  4. Lanjutkan operasi – Aplikasi kembali menulis data, dan backup menggunakan snapshot tersebut.

VSS di NAKIVO Backup & Replication

Dalam solusi backup seperti NAKIVO, prosesnya seperti ini:

  • NAKIVO bertindak sebagai VSS Requestor.
  • Saat backup dimulai, data baru diarahkan ke log file, sementara volume dibekukan.
  • Snapshot VM dibuat.
  • Data dari snapshot disalin ke repositori backup.
  • Setelah selesai, snapshot dihapus dan perubahan dari log file ditulis kembali ke volume.

Kesimpulan

  • VSS memastikan backup Windows tetap konsisten walau aplikasi sedang berjalan.
  • Teknologi ini hanya bekerja di Windows—untuk Linux, diperlukan skrip khusus.
  • Dengan tool seperti NAKIVO, proses backup menjadi lebih aman dan andal, tanpa mengganggu operasi server.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan nakivo indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi nakivo.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Similar Posts