Cara Instalasi NAKIVO Solution sebagai VMware Virtual Appliance
Saat ini, banyak perusahaan membutuhkan solusi backup yang cepat, mudah, dan fleksibel. NAKIVO Backup & Replication hadir dengan berbagai pilihan instalasi: bisa diinstal di server fisik berbasis Windows/Linux, di perangkat NAS, di Amazon EC2, atau sebagai Virtual Appliance (VA) di VMware vSphere dan Nutanix AHV.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menginstal NAKIVO sebagai Virtual Appliance di VMware vSphere, mulai dari alasan memilih metode ini, opsi instalasi yang tersedia, hingga langkah-langkah konfigurasinya.
Mengapa Memilih Virtual Appliance?
Virtual appliance adalah paket software yang sudah dikonfigurasi sebelumnya dalam format OVA. Keunggulannya:
-
Cepat dipasang – Tidak perlu repot menyiapkan OS dasar, lalu menginstal NAKIVO secara manual.
-
Minim kesalahan konfigurasi – Semua komponen sudah disiapkan dengan benar.
-
Hemat waktu – Cukup impor file OVA ke vSphere, sedikit konfigurasi, dan bisa langsung digunakan.
Dengan cara ini, risiko error saat instalasi berkurang, dan tim IT bisa lebih cepat melakukan backup pertama.
Pilihan Virtual Appliance
Setelah mengisi form trial, Anda bisa mengunduh NAKIVO dalam bentuk virtual appliance. Ada lima opsi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan:
-
Full Solution
-
Sudah mencakup semua komponen:
-
Director → pusat manajemen dengan antarmuka web.
-
Transporter → menangani proses backup, replikasi, enkripsi, dan deduplikasi.
-
Backup Repository → tempat menyimpan hasil backup, lengkap dengan fitur anti-ransomware (immutability).
-
-
Cocok untuk instalasi langsung tanpa tambahan komponen lain.
-
-
Full Solution tanpa Backup Repository
-
Jika ingin menyimpan backup di SMB share atau repository lain.
-
-
Transporter
-
Digunakan untuk membagi beban kerja di lingkungan besar, atau di lokasi berbeda (multi-site).
-
-
Transporter dengan Backup Repository
-
Berguna untuk menambah fleksibilitas dan skalabilitas. Anda bisa menambahkan lebih banyak repository sesuai kebutuhan.
-
-
Multi-Tenant Director
-
Cocok untuk Managed Service Provider (MSP) yang menawarkan layanan BaaS, DRaaS, atau RaaS, atau organisasi dengan banyak divisi yang butuh kendali terpusat.
-
Ukuran file unduhan relatif kecil: sekitar 1,79 GB untuk Full Solution dan 1,5 GB untuk Transporter-only, sehingga mudah diunduh dengan koneksi broadband standar.
Proses Deploy OVA di VMware vSphere
-
Buka vSphere Client, klik kanan pada host ESXi/cluster, pilih Deploy OVF Template.
-
Pilih file OVA yang sudah diunduh dari situs NAKIVO. Klik Next.
-
Masukkan nama VM dan pilih folder untuk menempatkan appliance.
-
Pilih compute resource (ESXi host/cluster target).
-
Review konfigurasi VM → pastikan sesuai kebutuhan.
-
Setujui license agreement.
-
Pilih datastore → gunakan opsi Thin Provision jika ingin hemat ruang.
-
Pilih jaringan (network) yang akan digunakan appliance.
-
Review summary, lalu klik Finish untuk memulai proses deploy.
Proses ini bisa dipantau di tab Recent Tasks di vSphere Client.
Spesifikasi Default Virtual Appliance
Setelah diimpor, VM otomatis terkonfigurasi dengan spesifikasi berikut:
-
OS: Ubuntu Server 22.04
-
Memory: 4 GB
-
CPU: 2 vCPU
-
Storage: 30 GB (OS) + 500 GB (Onboard Repository)
Cukup untuk langsung menjalankan backup awal.
Konfigurasi Awal Virtual Appliance
Setelah deploy selesai, nyalakan VM. Anda akan melihat menu konfigurasi berbasis teks untuk:
-
Network → hostname, DHCP/static IP, DNS, gateway.
-
Security & time → pengaturan keamanan dan zona waktu.
-
System performance → manajemen resource.
Gunakan tombol Enter untuk memilih/mengubah opsi, F10 untuk simpan, dan Esc untuk kembali.
Setelah konfigurasi jaringan selesai, akses appliance lewat browser di alamat:
https://<IP-NAKIVO>:4443
Atau dengan hostname appliance. Pada login pertama, Anda akan diminta membuat username dan password baru (berbeda dengan login Linux console).
Menyiapkan Appliance untuk Backup
-
Tambahkan Inventory
-
Hubungkan appliance dengan VMware vSphere, Hyper-V, Amazon EC2, atau server fisik lain.
-
Masukkan IP/hostname dan kredensial untuk integrasi.
-
-
Konfigurasi Transporter
-
Transporter bawaan sudah tersedia, tapi Anda bisa menambah Transporter lain untuk beban kerja lebih besar atau multi-site.
-
-
Atur Repository
-
Gunakan Onboard Repository bawaan, atau tambahkan repository eksternal.
-
Repository bawaan mendukung immutability, sehingga backup aman dari penghapusan atau perubahan tidak sah.
-
Akses via SSH
Selain melalui web, Anda juga bisa mengakses appliance lewat SSH port 2221. Ini berguna untuk upload file update atau keperluan administrasi lainnya. Default user adalah nkvuser, password bisa dilihat di catatan VM di vSphere Client.
Untuk keamanan, sebaiknya segera ganti password jika appliance bisa diakses dari internet.
Kesimpulan
Menginstal NAKIVO sebagai Virtual Appliance di VMware vSphere sangat praktis:
-
Proses deploy cepat dengan file OVA.
-
Konfigurasi awal sederhana.
-
Semua komponen inti (Director, Transporter, Repository) sudah tersedia.
Dengan metode ini, dalam hitungan menit Anda sudah bisa mulai melakukan backup VM penting. Hasilnya? Lebih cepat melindungi data, minim risiko error, dan lebih efisien untuk tim IT Anda.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan nakivo indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi nakivo.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!